Jumat, 29 Juni 2012

Pengenalan Fungsi

Fungsi adalah suatu blok kode (bagian dari program) yang dimaksudkan untuk mengerjakan suatu tugas tertentu dan letaknya dipisahkan dari bagian program yang dijalankan.
Sebuah function berisi sejumlah pernyataan yang dikemas dalam sebuah nama.Nama ini selanjutnya dapat dipanggil beberapa kali di beberapa tempat dalam program.

Tujuannya:
memudahkan dalam mengembangkan program. Program dibagi menjadi
beberapa subprogram kecil, sehingga hal ini menjadi kunci dalam pembuatan
program terstruktur.
vmenghemat ukuran program, karena beberapa perintah yang sama dan
dijalankan beberapa kali dalam program dapat dijadikan satu kali saja dalam
suatu function, kemudian function tersebut dapat dipanggil berulang kali.

Bentuk umum :
Tipedata namafungsi (daftarparameter)
{
/*Badan Fungsi*/
return nilaireturn; /* untuk tipe data bukan void */
}

Parameter Fungsi
1. Parameter Formal
    yaitu parameter yang dideklarasikan di bagian blok fungsi
2. Parameter Aktual
    yaitu parameter yang sebenarnya/parameter yang   dilewatkan saat fungsi dipanggil.

# include <iostream.h>
Int tambah (int a, int b) // parameter formal
{
Int r ;
r = a + b ;
return 0 ;
}
Int main ( )
{
Int x, y, z ;
Cin >> x >> y ;
z = tambah ( x , y ) ; //parameter aktual
cout << “Hasilnya = ‘ << z ;
return 0 ;
}

Cara melewatkan Parameter
1. Pemanggilan dengan Nilai (Call by Value)
2. Pemanggilan dengan Referensi (Call by Reference)


1. Pemanggilan Dengan Nilai (Call by Value)
     -  Nilai dari parameter aktual akan disalin ke parameter formal.
     -  Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak bisa dirubah sekalipun nilai parameter formal berubah


2. Pemanggilan Dengan Reference (Call by Reference)
    -  Merupakan upaya untuk melewatkan alamat dari suatu variabel ke dalam fungsi. 
    -  Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu variabel di luar fungsi dengan pelaksanaan pengubahan dilakukan di dalam fungsi.


Manfaat Penggunaan Fungsi 
    -  Mempermudah pengelolaan atau pengembangan program mengingat setiap subrutin memiliki kode yang relatif sedikit jika dibandingkan dengan kode program secara keseluruhan yang disusun tanpa melibatkan subrutin.
    -  Dapat digunakan untuk mengurangi jumlah kode akibat sejumlah kode yang sama digunakan beberapa kali dalam program.
    - Menjadikan program lebih bersifat modular sehingga akan mudah dipahami dan dapat digunakan   kembali, baik untuk program itu sendiri maupun untuk program lain yang memiliki proses yang sama.


Contoh Penggunaan Fungsi
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
float luas(float alas, float tinggi);
void main()
{
clrscr();
a = 10.5;
t = 11;
cout << “HITUNG LUAS SEGITIGA” << endl;
cout << “Panjang alas : “ << a << endl;
cout << “Tinggi : “ << t << endl;
cout << “Luasnya : “ << luas(a,t) << endl;
}
float luas(float alas, float tinggi)
{float luas_segitiga;
luas_segitiga = alas * tinggi * 0.5;
return luas_segitiga;
}


Return()
- Pada fungsi, jika suatu pernyataan return dieksekusi, maka eksekusi terhadap fungsi akan berakhir dan nilai pada parameter return akan menjadi keluaran fungsi.
- Untuk fungsi yang tidak memiliki pernyataan return, tanda } pada bagian akhir fungsi akan menyatakan akhir eksekusi fungsi.

Void
Fungsi yang dirancang tanpa memberikan nilai keluaran biasa didefinisikan dengan diawali kata kunci void (di depan nama fungsi).












Tidak ada komentar:

Posting Komentar