Sabtu, 04 Agustus 2012

Operator pada Pemrograman Java

Dalam Java, ada beberapa tipe operator. Ada operator aritmatika, operator relasi, operator logika, dan operator kondisi. Operator ini mengikuti bermacam-macam prioritas yang pasti sehingga compilernya akan tahu yang mana operator untuk dijalankan lebih dulu dalam kasus beberapa operator yang dipakai bersama-sama dalam satu pernyataan.
1. Operator Aritmatika


Berikut ini adalah dasar operator aritmatika yang dapat digunakan untuk membuat suatu program Java,


Operator


Penggunaan


Keterangan


+


op1 + op2


Menambahkan op1 dengan op2


*


op1 * op2


Mengalikan op1 dengan op2


/


op1 / op2


Membagi op1 dengan op2


%


op1 % op2


Menghitung sisa dari pembagian op1 dengan op2


-


op1 - op2


Mengurangkan op2 dari op1



2. Operator Increment dan Decrement

Dari sisi operator dasar aritmatika, Java juga terdiri atas operator unary increment (++) dan operator unary decrement (--). operator increment dan decrement menambah dan mengurangi nilai yang tersimpan dalam bentuk variabel angka terhadap nilai 1.

Sebagai contoh, pernyataan,

count = count + 1; //increment nilai count dengan nilai 1
pernyataan tersebut sama dengan,
count++;


OperatorPenggunaanKeterangan

>


op1 > op2


op1 lebih besar dari op2


>=


op1 >= op2


op1 lebih besar dari atau sama dengan op2


<


op1 < op2


op1 kurang dari op2


<=


op1 <= op2


op1 kurang dari atau sama dengan op2


==


op1 == op2


op1 sama dengan op2


!=


op1 != op2


op1 tidak sama dengan op2

3. Operator Relasi

Operator Relasi membandingkan dua nilai dan menentukan keterhubungan diantara nilai-nilai tersebut. Hasil keluarannya berupa nilai boolean yaitu true atau false.



OperatorPenggunaanKeterangan

>

op1 > op2

op1 lebih besar dari op2

>=

op1 >= op2

op1 lebih besar dari atau sama dengan op2

<

op1 < op2

op1 kurang dari op2

<=

op1 <= op2

op1 kurang dari atau sama dengan op2

==

op1 == op2

op1 sama dengan op2

!=

op1 != op2

op1 tidak sama dengan op2



4. Operator logika

Operator logika memiliki satu atau lebih operand boolean yang menghasilkan nilai boolean. Terdapat enam operator logika yaitu: && (logika AND), & (boolean logika AND), || (logika OR), | (boolean logika inclusive OR), ^ (boolean logika exclusive OR), dan ! (logika NOT).

Pernyataan dasar untuk operasi logika adalah,

x1 op x2
Dimana x1, x2 dapat menjadi pernyataan boolean. Variabel atau konstanta, dan op adalah salah satu dari operator &&, &, ||, | atau ^. Tabel kebenaran yang akan ditunjukkan selanjutnya, merupakan kesimpulan dari hasil dari setiap operasi untuk semua kombinasi yang mungkin dari x1 dan x2.

5. Operator Kondisi(?:)Operator kondisi ?: adalah operator ternary. Berarti bahwa operator ini membawa tiga argumen yang membentuk suatu ekspresi bersyarat. Struktur pernyataan yang menggunakan operator kondisi adalah,
exp1?exp2:exp3
Dimana nilai exp1 adalah suatu pernyataan boolean yang memiliki hasil yang salah satunya harus berupa nilai true atau false.

Jika exp1 bernilai true, exp2 merupakan hasil operasi. Jika bernilai false, kemudian exp3 merupakan hasil operasinya.


6. Operator Precedence

Operator precedence didefinisikan sebagai perintah yang dilakukan compiler ketika melakukan evaluasi terhadap operator, untuk mengajukan perintah dengan hasil yang tidak ambigu/ hasil yag jelas.

Diberikan pernyataan yang membingungkan,
6%2*5+4/2+88-10
Kita dapat menuliskan kembali pernyataan diatas dan menambahkan beberapa tanda kurung terhadap operator precedence,
((6%2)*5)+(4/2)+88-10;


Tidak ada komentar:

Posting Komentar