Minggu, 05 Agustus 2012

Matahari



Saat aku terdiam bersama embun pagi yang dingin ini,
Kau tiba tiba hadir,
Menerangi setiap langkah langkah hariku,
Membangunkan sejuta harapan dan impian yang telah lama tertidur di diriku,
Mengahangatkanku kembali dari angin malam yang sempat menusuk tubuhku
Membuatku berangan angan untuk selalu berada di sisimu

Saat aku tak memerhatikan kehadiranmu
Kau selalu melintasi hari hariku
Mencuri perhatianku dengan cahaya terangmu
Menghidupkanku dengan warna warni alam di sekitar hidupku
Memberiku senyuman dan juga cinta

Tapi saat aku telah berani mencoba menatapmu
Kau pergi dan semakin menjauh dariku
Aku tak pernah sadar siapa diriku dan terus mengikuti cahayamu
Meskipun aku tak tau kemana arah dan tujuanku
Aku selalu berharap kamu akan benar benar kembali melihatku
Meskipun mungkin kau disana juga selalu menyinariku

Aku terus menunggu dan menunggu..
Menunggu waktu dimana hukum alam ini akan merubah kembali semuanya
Berharap semua seperti yang aku inginkan
Tapi tangan ini selalu tak pernah sampai
Tak pernah sampai untuk merubah semua itu dan mendekatkan cahayamu kepadaku
Kini air hujan telah membasahi harapan dan impian ini

Saat aku mencoba mentutup mataku
Hati ini semakin terasa sesak
Meskipun cahayamu kini tak terlihat olehku
Tapi bayanganmu telah merasuki hati dan jiwaku
Bahkan semakin membara dan terus membara

Kini aku benar benar tak tau lagi bagaimana memadamkan api yang membara di hati ini
Yang bahkan semakin menyebar ke otak dan pikiranku
Ingin aku lari dan mematikan semuanya
Mungkin...
Mungkin memang dan hanya itu yang bisa aku perbuat sekarang
Sakit ini, tak apa jika aku rasakan sekarang
Meskipun kini aku hanya bisa melihat bayangmu
Tanpa takut lagi akan kehilangan sinarmu















Tidak ada komentar:

Posting Komentar