Minggu, 24 Maret 2013

Hanya Sebatas 'AKU'

Kamu tau siapa aku ??? aku ini hanya seorang gadis kecil yang telah beranjak dewasa. Mulai mengerti kehidupan yang sebenarnya, dan merasakan manis asam yang ada di dalamnya. Mencoba mencari apa arti dan jati diri yang sebenarnya serta menggali apa itu tujuan hidup. Serta sebuah perasaan indah yang orang biasa katakan itu 'Cinta'.

Dulu, tepatnya 17 tahun lalu, aku hanya sebuah anak kecil. Hanya bisa menangis dan menangis. Lemah dan benar benar tak berdaya. Menggantungkan semua pada orang lain. Benar benar menompangkan hidup ini kepada orang lain. Tapi, kemudian, bibir ini mulai bisa mengucapkan kata pertama yang mungkin begitu dalam maknanya, 'Ibu' , 'Ayah', 'Kakak' dan kemudian 'Teman'. Serta perlahan mulai bisa melakukan sesuatu kecil sedikit demi sedikit.

Masih terlintas jelas di benakku, bagaimana mereka, orang orang . Memperlakukan seorang yang tak berdaya ini layaknya seorang Raja. Memberi kasih sayang yang hangat dan lembut. Menguatkan tubuh yang rapuh ini menjadi sosok yang benar benar kuat dan tegar. Mengajarkan arti hidup, menjadikan sosok yang layak nya sebuah benteng kuat yang akan selalu kuat menahan masalah. Layaknya memberi coretan petama pada sebuah kertas putih yang awalnya kosong dan rapuh.

Tapi, inilah hidup, akan selalu berjalan seiring takdir dari penciptanya. Rasa pahit suatu saat pasti akan terasa walaupun pada sebuah coklat yang awalnya benar benar manis. Satu per satu orang yang benar benar dan sangat kita cintai pasti akan meninggalkan kita, meskipun kita tidak tau kapan waktunya.


2 tahun yang lalu, ya aku ingat benar, saat itulah saat pertama aku benar benar merasakan bagaimana rasa pahit dan sakit yang sebenarnya. Kehilangan sosok yang benar benar berharga dan begitu berarti dalam hidupku, Ayah. Benar benar tak bisa diungkapkan dengan sebuah kalimat. Semua rasa sedih dan sakit bercampur aduk menjadi satu dalam hati ini. Tak tau lagi sudah berapa ratus liter air mata yang telah mengalir tak tebendung melewati pipi ini. Juga penyesalan yang sangat teramat dalam saat aku tak bisa berada di sampingnya saat detik detik maut akan menjemput. Walaupun hanya sebatas melihat wajahnya untuk yang terkhir pun atau sekedar memberikan nya semangat pun tidak aku lakukan.
Begitu bodohnya. 'Anak macam apa sebenarnya aku ini', pertanyaan itulah yang bahkan sampai saat ini masih menghantui hati dan pikiranku. Yang bisa aku lakukan hanyalah mencium kening nya untuk terakhir kalinya saat jiwa nya sudah tak lagi di bersemayam di raganya.  Bahkan air mata ini pun turut berduka ketika melihat jasadnya yang saat itu akan dibungkus baju putih yang akan menemani tidurnya.

Saat ituah, aku sperti kehilangan sebagian dari hidupku. Mungkin jika saja akau tak bisa manahannya saat itu aku tidak bisa berdiri seperti ini. Terus terusan larut akan kesedihan dan penyesalan. Hampir saja aku melakukan itu. Tapi perlahan aku sadar bahwa hidupku tidak boleh berhenti begitu saja. Aku harus bediri lagi dan berusaha untuk mengisi kekosonganku itu. Waktu harus tetap terus berputar dan tidak boleh berhenti sampai disitu saja. Saat itulah aku bisa kembali bangkit.

Sampai kali ini, aku semakin beranjak dewasa. Sudah semakin mengerti mana jalan yang akan segera aku tempuh. Terus menggali ilmu meskipun aku rela meninggalkan jauh semuanya, keluarga, teman dan kehidupan manja yang biasanya aku dapatkan di rumah. Kini aku harus berjuang dan mempertahankan hidupku sendiri, ya meskipun belum sepenuhnya. Mencari teman teman baru. Mulai mencari tau isi dunia yang sebenarnya. Hingga akhirnya saat ini telah kutemukan sahabat sahabat ku yang telah menjadi keluarga keduaku. Yang sangat berarti di hidupku dan telah ikut mewarnai kertas yang rapuh itu.

Dan juga kini aku telah menemukan seseorang yang mampu mengisi kekosonganku. Aku mulai mampu mengartikan arti sebuah cinta dan kasih sayang yang sebenarnya, sebuah kesetiaan, dan sebuah kesabaran. Dulu aku berfikir bahwa cinta itu hanyalah sebuah perhatian khusus dan lebih yang telah diberikan seseorang kepada kita. Terus terusan sms, telephon dan kemudian saling mengagumi kesempurnaan fisik pasangan yang lalu dengan bangganya kita pamerkan kepada orang lain. Ternyata aku salah, cinta macam itu hanyalah ilusi dan bukan cinta yang sebenarnya. Cinta macam itu akan segera hilang ketika rasa bosan mulai tumbuh.

Rasa cinta dan sayang yang sebenarnya yang saat ini telah aku temukan adalah dimana kesetiaan berada menopang segalanya. Tak peduli seberapa pahitnya cobaan dan ujian yang diberikan. Juga tak peduli seberapa sempurnanya pasangan. Karena cinta yang sebenarnya berasal dari hati. Cinta yang semacam itu tak akan membutuhkan alasan sebab mencintai. Inilah kata kata yang akhirnya aku dapatkan dari seseorangku saat ini.  Saling percaya dan berusaha untuk saling mengerti meskipun tak harus setiap hari bersama sama. Saling support demi kesuksesan masing masing suatu hari kelak. Dan akan terus menjaga kesetiaan meskipun jarak mungkin akan memisahkan. Dan akhirnya menjaga cinta demi Allah SWT. Menurutku inilah cinta sejati yang sebenarnya.

Tidak munafik, semua wanita pasti sangat menginginkan yang namanya selalu diperhatikan, selalu disayang. Wanita adalah makluk yang lembut dimana air mata yang akan berbicara ketika bibir ini tidak sanggup mengatakan. Mereka bodoh karena mungkin mereka akan lebih berfikir menggunakan perasaan darpada menggunakan logika. Mereka akan menangis ketika memang benar benar merasa tersakiti. Tapi di balik semua itu mereka selalu berusaha untuk tersenyum dan menutupi semuanya. Mereka selalu berusaha untuk kuat meskipun aslinya mereka sangat rapuh. Dan tak kupungkiri aku pun seperti itu.

Kini di SMK Telkom ini aku telah memiliki beribu ribu impian dan harapan yang ingin aku wujudkan. Aku akan terus menuntut ilmu dan akan berhasil menjadi orang yang benar benar sukses. Tak peduli seberapa angin kencang dan kerikil akan menerpaku dan berusaha menjatuhkanku. Dan suatu saat kelak aku telah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan pergi bersama ibuku ke tanah suciNya dengan uang hasil kerja kerasku sendiri. Itulah janjiku yang telah kupanjatkan di setiap doaku.
Tak munafik juga, setiap manusia hidup pasti menginginkan menikah dengan orang yang telah ditakdirkan untuknya dan membina keluarga yang sakinah, mawadah, warrahmah, begitu pula aku, aku juga sangat menginginkan hal seperti itu. bisa hidup bersama dengan orang yang benar benar ditakdirkan untukku. Tulang rusukku yang akan menjadi imam untukku.


-- SELESAI --



  

    


2 komentar:

  1. ciye vita ceritanya :')
    sukses ya , semangat hihih
    langgeng sama masnyaa ya

    BalasHapus
  2. iya makasih afuza sayang :D
    amiin :D sukses juga ya buat kamu ..

    BalasHapus