Fungsi adalah suatu blok kode (bagian dari program) yang dimaksudkan untuk mengerjakan
suatu tugas tertentu dan letaknya dipisahkan dari bagian program yang
dijalankan.
Sebuah function berisi sejumlah
pernyataan yang dikemas dalam sebuah nama.Nama ini selanjutnya dapat dipanggil
beberapa kali di beberapa tempat dalam program.
Tujuannya:
memudahkan dalam mengembangkan program. Program dibagi menjadi
beberapa subprogram kecil, sehingga
hal ini menjadi kunci dalam pembuatan
program terstruktur.
vmenghemat ukuran program, karena
beberapa perintah yang sama dan
dijalankan beberapa kali dalam
program dapat dijadikan satu kali saja dalam
suatu function, kemudian function
tersebut dapat dipanggil berulang kali.
Bentuk umum :
Tipedata namafungsi (daftarparameter)
{
/*Badan Fungsi*/
return nilaireturn; /* untuk tipe data bukan void */
Parameter Fungsi
1. Parameter
Formal
yaitu
parameter yang dideklarasikan di bagian blok fungsi
2. Parameter Aktual
yaitu
parameter yang sebenarnya/parameter
yang dilewatkan saat fungsi dipanggil.
# include <iostream.h>
Int tambah (int a, int b) //
parameter formal
{
Int r ;
r = a + b ;
return 0 ;
}
Int main ( )
{
Int x, y, z ;
Cin >> x >> y ;
z
= tambah ( x ,
y ) ; //parameter
aktual
cout << “Hasilnya = ‘ << z ;
return 0 ;
}
Cara
melewatkan
Parameter
1. Pemanggilan dengan Nilai
(Call by Value)
2. Pemanggilan dengan Referensi
(Call by Reference)
1. Pemanggilan Dengan Nilai
(Call by Value)
- Nilai dari
parameter aktual akan disalin ke
parameter formal.
- Dengan cara ini nilai
parameter aktual tidak bisa dirubah sekalipun nilai
parameter formal berubah
2. Pemanggilan Dengan
Reference (Call by Reference)
- Merupakan upaya untuk melewatkan alamat dari suatu variabel ke dalam fungsi.
- Cara
ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu variabel di luar fungsi dengan pelaksanaan pengubahan dilakukan di dalam fungsi.
Manfaat Penggunaan Fungsi
- Mempermudah
pengelolaan atau pengembangan program mengingat setiap subrutin memiliki kode
yang relatif sedikit jika dibandingkan dengan kode program secara keseluruhan
yang disusun tanpa melibatkan subrutin.
- Dapat digunakan untuk mengurangi jumlah kode akibat sejumlah kode yang sama
digunakan beberapa kali dalam program.
- Menjadikan
program lebih bersifat modular sehingga akan mudah dipahami dan dapat digunakan kembali, baik untuk program itu sendiri maupun untuk program lain yang memiliki
proses yang sama.
Contoh Penggunaan Fungsi
#include
<iostream.h>
#include
<conio.h>
float
luas(float alas, float tinggi);
void
main()
{
clrscr();
a
= 10.5;
t
= 11;
cout
<< “HITUNG LUAS SEGITIGA” << endl;
cout
<< “Panjang alas : “ << a << endl;
cout
<< “Tinggi : “ << t << endl;
cout
<< “Luasnya : “ << luas(a,t) << endl;
}
float
luas(float alas, float tinggi)
{float luas_segitiga;
luas_segitiga
= alas * tinggi * 0.5;
return
luas_segitiga;
}
Return()
- Pada fungsi, jika suatu pernyataan return dieksekusi, maka eksekusi terhadap fungsi akan berakhir dan nilai pada
parameter return akan menjadi keluaran fungsi.
- Untuk fungsi yang
tidak memiliki pernyataan return, tanda } pada bagian akhir fungsi akan menyatakan akhir eksekusi fungsi.
Void
Fungsi yang
dirancang tanpa memberikan nilai keluaran biasa didefinisikan dengan diawali kata
kunci void (di depan nama fungsi).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar