untuk F yang udah baca habis habis an blog ku, blogku udah tak ganti address, udah tak hidden semua postingan postingan galauku. gak bakal bisa mok liat lagi, hahaha, KAPOK :p , mayak seh -,-
Kali ini aku pengen nulis nulis aja sekalian pengen update. O ya rencananya aku pengen nerbitin lagi blog baru yang isinya khusus buat pelajaran pelajaran yang udah pernah tak dapetin selama di moklet ini. jadi gak kayak blog ini yang isinya amboradol (*- -) . Gak pa pa lah korban pertama, wkwk. Doain ya semoga terbit sesuai rencana o(≧▽≦)o
Udah deh basa basinya yang di atas, langsung ke inti aje.
Ini kali aku lagi dapet tugas prakerin bahasa Indonesia dari ibu guru A. yang dahulu kala waktu pembekalah prakerin dan tugas cuma dikasih 5 soal eh sekarang malah muolor jadi 10 soal. Yo opo to pak bu ? gak konsisten ah #eeeh
Dan taukah salah satu tugasnya b.indo ini, cetaaaarr buat puisi cinta (*_*). Oh meen ini macem ape, gua gak bakat puitis buuu (ToT) . dan demi puisi ini saya akhirnya ngabisin pagi hari saya untuk berfantasi ria, bergalau galau ria, dan berngawur ngawur ria agar tercipta kata kata yang sesuai EYD, p(´⌒`q)
Dan alhasil inilah jadinya puisi amatiran yang super acak, super aneh, super geje, tapi super kratak juga kok. Don't care dweeh ┓( ̄∀ ̄)┏ . Ini puisi yang bertemakan cinta kedua *mungkin* yang pernah kubuat. Puisi yang sebelumnya udah pernah tak terbitin di blog ini juga lho. Sihiii ini bulshitan doank kali ya :3. Ini puisi buat orang gila yang entah kenapa aku bisa suka.
Gerimis di Mata Jendela
Suatu puisi kecil di jendela usang dekat gubuk ini
Dengan sang surya yang mulai bersembunyi di bilik mendung senja
Dan hamparan sawah yang tetap membentang menyelimuti
Serta kabut yang mencoba membutakan mata
Dingiin….
Lihatlah gerimis kecil ini Tuan...
Dari tetes tetes yang berjalan tak perduli
Kemudian menyatu indah, mengalir bersama sama
mengukir bekas yang begitu dalam
Mencari hilir menemukan sungai,
Meski tak tau, medan apa yang akan bertemu
Kadang pasir , kadang juga batu kerikil
Kadang sebuah tali yang juga sebuah belati
Tak tau dimana ujungnya.
Menyayat rindu menepis kalbu,
Menuliskan beribu kisah pada helai daun edelweiss ini
Ini bukanlah puisi Cinta
Hanya lukisan kecil seorang penulis amatir
Yang telah lupa pena lelah, telah habis tinta menyerah
Dan bertahan menyelesaikan lukisan nya hanya dengan pena ajaib ini.
14-09-2013
|
Kalo ditanya artinya i don't know juga sih, haha, pokok yang tak pikirin tak tulis ae (´ω`*). hasil puisi yang amatiran sekali bung. Terima kasih sudah membacaa (* ̄ω ̄)v
Tidak ada komentar:
Posting Komentar